Terkadang kita merasa bosan dengan
pekerjaan atau aktifitas yang selalu kita lakukan , tapi menurut saya itu wajar selama masih batas kenormalan.
Penyakit Bosan bisa datang kapan saja dan dimana saja itu berasal dari hati
yang dibarengi oleh fikiran yang kadang membuat kita malas dan berawal dari
malas yang diselimuti pula’ oleh
uring-uringan atau biasa disebut mood-moodtan itu semua bisa membuat kita berpenyakit “galau” yaaag’
biasalah anak muda ,,,,,,,,,,,,,, tapi ini bukan cuman menyerang anak ababil bisa jadi orang tua juga sering mengalaminya cuman
orang tua cenderung lebih gesit dan
tidak keliatan karena sedikit beribawah.
Setiap orang pasti pernah
mengeluh, Saya percaya siapapun
dia, Yang membedakan hanyalah derajatnya saja,, ada yang senang mengeluh dan
ada yang sekedarnya. Ada yang disertai dengan ungkapan biasa saja sampai dengan
yang marah-marah. Yang lebih ekstrem lagi kalau keluhan tidak ditanggapi, dan
itu timbul karena adanya persoalan yang diharapkan tidak terwujud atau tidak
sesuai harapan, Dengan kata lain ada masalah yang dihadapi karyawan. Bisa
terjadi karena memang kekurangan sumberdaya, misalnya karena pelayanan dari
pihak lain yang tidak bisa diajak kopromi atau mungkin karena gaji yang kurang dsb.
Setelah tugas rutin selesai, tidak
ada lagi hal yang bisa dilakukan. Lalu, rasa bosan pun mulai muncul. Jangan
biarkan hal ini berlarut-larut. Berikut ini kendala- kendala yang terkadang
terjadi dalam lingkungan kerja dan berikut tip-tip yang bisa membantu menumbuhkan
semangat dan menghilangkan rasa bosan di tempat kerja,,,
1. Gaji
kurang
Gaji kurang sering menjadi alasan karyawan untuk resign.
Sebagai manusia normal, adalah wajar bila tak mengenal istilah cukup/puas.
Apalagi berbagai kebutuhan hidup dengan harga-harga yang mencekik saat ini,
sangatlah wajar bila seseorang mengharapkan gaji yang lebih. Namun, apakah
karena masalah itu kita langsung buru-buru memutuskan untuk resign?
Solusi: Dalam menyikapi hal ini, sebaiknya yang dilakukan adalah survey dengan rekan-rekan kamu yang bekerja di perusahaan lain dengan jabatan yang sama. Bila kisaran gajinya masih sama, atau hanya beda-beda tipis, kemungkinan kamu tak harus menyalahkan gaji kamu yang kurang. Mungkin perlu melakukan tindakan cost efficiency atau mulai mencari sumber penghasilan tambahan. Bila memungkinkan kamu bisa meminta kenaikan gaji kepada atasan. Bila di perusahaan lain ternyata range salary untuk posisi kamu saat ini jauh lebih tinggi, mungkin bisa dipertimbangkan juga dari sisi lainnya, misalnya lingkungan kerja yang nyaman, tunjangan/fasilitas lain yang diberikan, kemungkinan untuk jenjang karir yang lebih baik, atau keuntungan-keuntungan lainnya yang mungkin saja tidak akan ditemui di tempat kerja yang gajinya lebih besar itu.
Solusi: Dalam menyikapi hal ini, sebaiknya yang dilakukan adalah survey dengan rekan-rekan kamu yang bekerja di perusahaan lain dengan jabatan yang sama. Bila kisaran gajinya masih sama, atau hanya beda-beda tipis, kemungkinan kamu tak harus menyalahkan gaji kamu yang kurang. Mungkin perlu melakukan tindakan cost efficiency atau mulai mencari sumber penghasilan tambahan. Bila memungkinkan kamu bisa meminta kenaikan gaji kepada atasan. Bila di perusahaan lain ternyata range salary untuk posisi kamu saat ini jauh lebih tinggi, mungkin bisa dipertimbangkan juga dari sisi lainnya, misalnya lingkungan kerja yang nyaman, tunjangan/fasilitas lain yang diberikan, kemungkinan untuk jenjang karir yang lebih baik, atau keuntungan-keuntungan lainnya yang mungkin saja tidak akan ditemui di tempat kerja yang gajinya lebih besar itu.
2. Atasan
Cuek/ tidak perhatian
Dibanding bos galak, mungkin bisa lebih baik dengan model bos cuek. Namun ada kalanya kita sudah berusaha semaksimal mungkin dengan prestasi kerja segemilang mungkin, namun si bos tak peduli dan tak pernah memberikan reward apapun atau sekedar memuji.
Dibanding bos galak, mungkin bisa lebih baik dengan model bos cuek. Namun ada kalanya kita sudah berusaha semaksimal mungkin dengan prestasi kerja segemilang mungkin, namun si bos tak peduli dan tak pernah memberikan reward apapun atau sekedar memuji.
Solusi:
Sebaiknya kita kembali ke motivasi awal untuk bekerja bukanlah untuk
mengesankan siapa-siapa. Tetaplah bekerja dengan baik dan sadarilah bahwa Tuhan
maha tau dan tak ada hal baik yang akan sia-sia.
3.
Rekan kerja nggak asik/nggak menghargai
Masalah ini sedikit banyak tentu akan mengganggu kinerja
kamu. Bila hanya satu dua orang saja yang nggak asyik/nggak menghargai, mungkin
kamu masih bisa cuek dengan hal tersebut. Bagaimana bila semua orang melakukan
hal yang sama?
Solusi: Langkah pertama yang bisa dilakukan tentunya adalah introspeksi diri. Sudahkah bersikap baik dan berusaha menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja? Bila belum, resign bukanlah jalan keluar untuk mendapatkan lingkungan yang lebih baik. Karena kemungkinan besar masalahnya ada dalam diri kamu sendiri. Jadi harus berubah dan berusaha beradaptasi. Jangan berharap selalu dimengerti orang lain. Orang-orang memiliki terlalu banyak beban hidup yang harus dipikirkan dari pada pusing-pusing memikirkan bagaimana caranya membuat anda bahagia di kantor. Kalau cukup nyali, bisa melakukan survey, kira-kira hal apa yang tidak disukai oleh rekan kerja kamu dari dirimu, tanyakan dengan jujur dan katakan bahwa kamu ingin memperbaiki diri.
Solusi: Langkah pertama yang bisa dilakukan tentunya adalah introspeksi diri. Sudahkah bersikap baik dan berusaha menjalin hubungan yang baik dengan rekan kerja? Bila belum, resign bukanlah jalan keluar untuk mendapatkan lingkungan yang lebih baik. Karena kemungkinan besar masalahnya ada dalam diri kamu sendiri. Jadi harus berubah dan berusaha beradaptasi. Jangan berharap selalu dimengerti orang lain. Orang-orang memiliki terlalu banyak beban hidup yang harus dipikirkan dari pada pusing-pusing memikirkan bagaimana caranya membuat anda bahagia di kantor. Kalau cukup nyali, bisa melakukan survey, kira-kira hal apa yang tidak disukai oleh rekan kerja kamu dari dirimu, tanyakan dengan jujur dan katakan bahwa kamu ingin memperbaiki diri.
4.
Pekerjaan Overload/mirip kerja rodi
Pekerjaan overload atau melebihi kapasitas yang membuatmu
sering terpaksa jadi sukarelawan dengan membawa pulang pekerjaan ke rumah. Bila
terjadi pada hari-hari tertentu mungkin bisa diterima, Bagaimana kalau setiap
hari harus begitu?
Solusi: Bila beban kerja yang kamu dapatkan sesuai pula dengan upah atau keuntungan lain yang kamu dapatkan, tentunya kamu harus bertahan di kondisi tersebut. Karena memang biasanya untuk gaji yang lumayan besar, maka beban pekerjaan pun akan semakin bertambah berat. Yang perlu dilakukan adalah belajar mengatur pekerjaan dengan baik. Buat jadwal pekerjaan dan lakukan dengan disiplin.Cari cara kreatif untuk menyelesaikan suatu pekerjaan agar tidak menumpuk. Bila memang sudah tak tertanggulangi, coba dikomunikasikan dengan atasan untuk mengambil kebijakan terbaik.
Solusi: Bila beban kerja yang kamu dapatkan sesuai pula dengan upah atau keuntungan lain yang kamu dapatkan, tentunya kamu harus bertahan di kondisi tersebut. Karena memang biasanya untuk gaji yang lumayan besar, maka beban pekerjaan pun akan semakin bertambah berat. Yang perlu dilakukan adalah belajar mengatur pekerjaan dengan baik. Buat jadwal pekerjaan dan lakukan dengan disiplin.Cari cara kreatif untuk menyelesaikan suatu pekerjaan agar tidak menumpuk. Bila memang sudah tak tertanggulangi, coba dikomunikasikan dengan atasan untuk mengambil kebijakan terbaik.
5.
Bosan nggak ada kerjaan/ Job
description nggak jelas
Setiap hari menuju kantor dengan pikiran yang dipenuhi
pertanyaan : “Hari ini gw mo ngapain yah di kantor?” Hal ini bisa terjadi juga
untuk jenis-jenis pekerjaan tertentu, dimana job description tidak jelas dan
bisa terjadi juga bila karena masalah tertentu, misalnya seorang atasan tidak
lagi memberikan pekerjaan kepadamu karena merasa kamu tidak kompeten dalam hal
itu. Pada jenis pekerjaan yang terlalu santai, bagi orang-orang tertentu
mungkin bisa sangat membosankan.
Solusi: Berpikir kreatif untuk menemukan hal-hal baru yang bisa dilakukan di kantor, tentunya yang mendukung pekerjaan utama. Waktu yang ada juga biasa diisi dengan belajar banyak hal dan memiliki kesempatan untuk menghasilkan pekerjaan yang sebaik-baiknya. Dengan cara-cara seperti ini, tak menutup kemungkinan atasan yang pada awalnya mungkin enggan memberikan pekerjaan kepada kamu malah justru melihat kelebihan lain yang ada dalam diri kamu. Dan pada akhirnya kamu justru menjadi salah satu karyawan yang bisa diandalakannya.
Solusi: Berpikir kreatif untuk menemukan hal-hal baru yang bisa dilakukan di kantor, tentunya yang mendukung pekerjaan utama. Waktu yang ada juga biasa diisi dengan belajar banyak hal dan memiliki kesempatan untuk menghasilkan pekerjaan yang sebaik-baiknya. Dengan cara-cara seperti ini, tak menutup kemungkinan atasan yang pada awalnya mungkin enggan memberikan pekerjaan kepada kamu malah justru melihat kelebihan lain yang ada dalam diri kamu. Dan pada akhirnya kamu justru menjadi salah satu karyawan yang bisa diandalakannya.
6.
Jarak rumah ke kantor jauh banget
Perjalanan yang jauh dan melelahkan plus acara macet yang
hampir membunuh semangat kerja
Solusi: Belajarlah mengatur waktu dengan baik. Berangkat lebih pagi, Kamu bisa ngekos atau beli rumah di dekat kantor. Kalau hal itu tidak memungkinkan, sadarilah, bahwa kamu tidak sendirian mengalami hal tersebut.
Solusi: Belajarlah mengatur waktu dengan baik. Berangkat lebih pagi, Kamu bisa ngekos atau beli rumah di dekat kantor. Kalau hal itu tidak memungkinkan, sadarilah, bahwa kamu tidak sendirian mengalami hal tersebut.
Agar kejenuhan tidak melanda teralu
jauh dan merasut dalam sanubari terlebih dahulu perhatikan Rapikan meja kerja.
Singkirkan barang-barang yang tidak berguna lagi. Kumpulkan kertas-kertas bekas
untuk fotokopi atau memo. Selain membuat konsentrasi sering terpecah, terlalu
banyak barang yang tidak jelas kegunaannya dimeja juga memengaruhi mood kerja.
Yang harus diperhatikan adalah Anda sudah menyelesaikan tugas Anda sebelum
merapikan meja Anda. Dengarkan musik. Koleksi lagu-lagu yang bisa membuat Anda
bersemangat dan membuat mood Anda membaik dan kinerja meningkat setiap kali
Anda mendengarnya.
Hampir semua karyawan di kota besar mengalami seperti ini,
Tetaplah semangat menjalani hari-hari sibukmu,,,,,, selamat hari ini” GANBATTE’ ne
cemumut…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar